Path: Top / Skripsi / Syariah / 2010

Sanksi Pidana Perzinaan Dalam Hukum Pidana Adat Suku Dayak Kalai Kabupaten Ketapang Propinsi Kalimantan Barat

Undergraduate Theses from jtptiain / 2013-05-16 10:10:17
Oleh : ZIUN ASRIBULLAH (2104002), Fakultas Syariah IAIN Walisongo
Dibuat : 2009-12-30, dengan 0 file

Keyword : Sanksi Pidana Perzinaan, Hukum Pidana Adat, Suku Dayak Kalai, Ketapang

Perzinaan di kabupaten Ketapang Kalimantan Barat termasuk jenis perkara adat Dayak yang juga dinamakan dengan mengampang yang berarti perzinaan. Di daerah Kalimantan Barat, Sumbang adalah perbuatan zina yang dilakukan oleh orang-orang yang ada pertalian darah, seperti antara anak dan bapak, apabila terjadi perbuatan zina antara wanita dengan seorang pria maka perbuatan itu disebut adat berdosa. Jika perbuatan ini dilakukan antara laki-laki yang telah beristri dengan seorang wanita yang telah bersuami maka keduanya dikenai sanksi adat. Dalam suku adat Dayak Kalai, Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1. Bagaimanakah Sanksi Pidana Perzinaan Dalam Hukum Pidana Adat Suku Dayak Kalai di kabupaten Ketapang propinsi Kalimantan Barat, 2. Bagaimanakah penerapan Sanksi Pidana Perzinaan Dalam Hukum Pidana adat suku Dayak Kalai Di kabupaten Ketapang propinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field reserch), penelitian populasi dan penelitian kasus. Karena sumber data yang digunakan adalah data lapangan, observasi dan interview. Penelitian ini menggunakan dua metode : 1. metode deskriptif , ini digunakan untuk menggambarkan sifat suatu keadaan yang sementara berjalan pada saat penulisan dilakukan dan memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala tertentu. Untuk selanjutnya dianalisis dengan melakukan pemeriksaan secara konsepsional atas suatu pertanyaan, sehingga dapat diperoleh kejelasan arti yang terkandung dalam pertanyaan tersebut. 2. Content Analysis adalah suatu metode studi analisis data secara sistematis dan objektif tentang isi dari sebuah pesan suatu komunikasi. Metode ini untuk menganalisis pendapat adat suku Dayak Kalimantan Barat tentang pemidanaan perzinaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanksi hukuman bagi para pelaku perzinaan dalam adat suku Dayak Kalai sangat bervariasi, yaitu apabila yang pelaku perzinaan itu para pemuka adat maka sanksinya lebih berat bisa mencapai seketi tajau atau seratus tajau. Ada pula bentuk hukuman bagi pelaku perzinaan itu dipotong babi diatas kepala mereka sampai darah babi itu membasahi tubuh mereka dan tetap ada tambahan tajau, karena hukuman adat dayak tidak terlepas dari bentuknya tajau, mangkok, babi, arak, tuak, mangkok, maupun persyaratan-persyaratan yang telah diputuskan oleh pemangku adat. Hubungannya dengan hukum Islam, dimana penerapannya harus dihadirkan empat saksi yang betul-betul melihat kejadian perzinaan itu. Dan ini hampir sama dengan penerapan hukum adat dayak yang menghadirkan tiga orang saksi. Penerapan sanksi pidana perzinaan dalam adat suku Dayak Kalai harus ada saksi minimal tiga orang dan dihadapkan yang paling bawah yaitu temanggung (kepala suku dibawah demong adat). Apabila masalah ini masih berlanjut, maka masuk ke dewan adat, dimana disitu ada demong adat yang akan memutuskan sanksi tersebut, tetapi didatangkan seorang tetua atau obligan (dukun) dalam penyidikan.

Deskripsi Alternatif :

Perzinaan di kabupaten Ketapang Kalimantan Barat termasuk jenis perkara adat Dayak yang juga dinamakan dengan mengampang yang berarti perzinaan. Di daerah Kalimantan Barat, Sumbang adalah perbuatan zina yang dilakukan oleh orang-orang yang ada pertalian darah, seperti antara anak dan bapak, apabila terjadi perbuatan zina antara wanita dengan seorang pria maka perbuatan itu disebut adat berdosa. Jika perbuatan ini dilakukan antara laki-laki yang telah beristri dengan seorang wanita yang telah bersuami maka keduanya dikenai sanksi adat. Dalam suku adat Dayak Kalai, Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1. Bagaimanakah Sanksi Pidana Perzinaan Dalam Hukum Pidana Adat Suku Dayak Kalai di kabupaten Ketapang propinsi Kalimantan Barat, 2. Bagaimanakah penerapan Sanksi Pidana Perzinaan Dalam Hukum Pidana adat suku Dayak Kalai Di kabupaten Ketapang propinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field reserch), penelitian populasi dan penelitian kasus. Karena sumber data yang digunakan adalah data lapangan, observasi dan interview. Penelitian ini menggunakan dua metode : 1. metode deskriptif , ini digunakan untuk menggambarkan sifat suatu keadaan yang sementara berjalan pada saat penulisan dilakukan dan memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala tertentu. Untuk selanjutnya dianalisis dengan melakukan pemeriksaan secara konsepsional atas suatu pertanyaan, sehingga dapat diperoleh kejelasan arti yang terkandung dalam pertanyaan tersebut. 2. Content Analysis adalah suatu metode studi analisis data secara sistematis dan objektif tentang isi dari sebuah pesan suatu komunikasi. Metode ini untuk menganalisis pendapat adat suku Dayak Kalimantan Barat tentang pemidanaan perzinaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanksi hukuman bagi para pelaku perzinaan dalam adat suku Dayak Kalai sangat bervariasi, yaitu apabila yang pelaku perzinaan itu para pemuka adat maka sanksinya lebih berat bisa mencapai seketi tajau atau seratus tajau. Ada pula bentuk hukuman bagi pelaku perzinaan itu dipotong babi diatas kepala mereka sampai darah babi itu membasahi tubuh mereka dan tetap ada tambahan tajau, karena hukuman adat dayak tidak terlepas dari bentuknya tajau, mangkok, babi, arak, tuak, mangkok, maupun persyaratan-persyaratan yang telah diputuskan oleh pemangku adat. Hubungannya dengan hukum Islam, dimana penerapannya harus dihadirkan empat saksi yang betul-betul melihat kejadian perzinaan itu. Dan ini hampir sama dengan penerapan hukum adat dayak yang menghadirkan tiga orang saksi. Penerapan sanksi pidana perzinaan dalam adat suku Dayak Kalai harus ada saksi minimal tiga orang dan dihadapkan yang paling bawah yaitu temanggung (kepala suku dibawah demong adat). Apabila masalah ini masih berlanjut, maka masuk ke dewan adat, dimana disitu ada demong adat yang akan memutuskan sanksi tersebut, tetapi didatangkan seorang tetua atau obligan (dukun) dalam penyidikan.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisherjtptiain
OrganisasiFakultas Syariah IAIN Walisongo
Nama KontakPerpustakaan
AlamatJl. Prof. Dr. Hamka Km.2 Ngaliyan
KotaSemarang
DaerahJawa Tengah
NegaraIndonesia
Telepon024 7603921
Fax
E-mail Administratorjorang40@ymail.com
E-mail CKOjorang40@ymail.com

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Rokhmadi, Maria Anna Muryani, Diupload oleh :

Download...


tumblr analytics

(Sejak 21 Juni 2010)
View My Stats