Path: Top / Skripsi / Ushuluddin / 2007

Anal Seks dalam Al-Qur'an (Telaah Kritis Penafsiran Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah)

Undergraduate Theses from jtptiain / 2013-04-30 11:13:29
Oleh : Machmunah (NIM: 4100143), Fak.Ushuludin IAIN Walisongo
Dibuat : 2007-02-07, dengan 7 file

Keyword : Anal,Seks,Al-Qur'an,Penafsiran,Tafsir Al-Misbah,Quraish Shihab
Url : http://

Seorang lelaki yang bersenggama dengan istrinya maka kehidupan seksualnya adalah normal, tetapi bila hubungan seks itu dilakukan dengan anal seks maka masuk dalam seks yang tidak normal, demikian pula kalau seorang suami mengambil pasangan orang lelaki lain untuk memuaskan nafsu seksnya, maka kehidupan seksualnya tidak normal. Yang menjadi pokok masalah yaitu bagaimana penafsiran Quraish Shihab tentang anal seks dalam Tafsir al-Misbah? Bagaimana metode penafsiran yang digunakan oleh Quraish Shihab tentang anal seks? Dalam menyusun skripsi ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data primer, yaitu Tafsir al-Misbah karya Quraish Shihab dan data sekunder yaitu kitab-kitab tafsir yang relevan dengan tema skripsi ini. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik liberary research yaitu suatu riset kepustakaan. Analisis data menggunakan metode deskriptif analitis, yaitu menggambarkan dan menguraikan penafsiran Quraish Shihab tentang anal seks dalam tafsir al-Misbah. Dengan demikian penulis akan mengkritisi Tafsir al-Misbah karya Quraish Shihab. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Penafsiran Quraish Shihab tentang anal seks dalam Tafsir al-Misbah menunjukkan bahwa ia termasuk ulama tafsir yang mengharamkan seorang suami berhubungan badan dengan istrinya lewat anal. Ini berarti ia termasuk orang yang tidak sepaham dengan teori-teori modern yang menganggap seks lewat anal tidak akan berdampak negatif sepanjang ada kesepakatan antara suami istri tersebut. Ini pula menunjukkan bahwa penafsiran Quraish Shihab berbeda dengan pendapat Imam Malik yang membolehkan hubungan badan suami istri lewat anal. Dalam perspektif Quraish Shihab bahwa Anal seks atau homoseksual merupakan perbuatan yang sangat buruk, sehingga ia dinamai fahisyah. Ini antara lain dapat dibukakan bahwa ia tidak dibenarkan dalam keadaan apa pun. Pembunuhan misalnya, dapat dibenarkan dalam keadaan membela diri atau menjatuhkan sanksi hukum; hubungan seks dengan lawan jenis dibenarkan agama kecuali dalam keadaan berzina, itu pun jika terjadi dalam keadaan syubhat, maka masih dapat ditoleransi dalam batas-batas tertentu. Demikian seterusnva tetapi homoseksual, sama sekali tidak ada jalan untuk membenarkannya. Metode penafsiran yang digunakan oleh Quraish Shihab tentang anal seks Dalam hal penafsiran terhadap ayat-ayat al-Qur'an yang berhubungan dengan anal seks atau sodomi atau homo seks, ia cenderung menekankan pentingnya penggunaan metode tafsir maudu'i (tematik), yaitu penafsiran dengan cara menghimpun sejumlah ayat al-Qur'an yang tersebar dalam berbagai surah yang membahas masalah yang sama, yaitu tentang anal seks atau homo seks kemudian menjelaskan pengertian menyeluruh dari ayat-ayat tersebut dan selanjutnya menarik kesimpulan sebagai jawaban terhadap masalah yang menjadi pokok bahasan. Menurutnya, dengan metode ini dapat diungkapkan pendapat-pendapat al-Qur'an tentang berbagai masalah kehidupan, sekaligus dapat dijadikan bukti bahwa ayat al-Qur'an sejalan dengan perkembangan iptek dan kemajuan peradaban masyarakat.

Deskripsi Alternatif :

Seorang lelaki yang bersenggama dengan istrinya maka kehidupan seksualnya adalah normal, tetapi bila hubungan seks itu dilakukan dengan anal seks maka masuk dalam seks yang tidak normal, demikian pula kalau seorang suami mengambil pasangan orang lelaki lain untuk memuaskan nafsu seksnya, maka kehidupan seksualnya tidak normal. Yang menjadi pokok masalah yaitu bagaimana penafsiran Quraish Shihab tentang anal seks dalam Tafsir al-Misbah? Bagaimana metode penafsiran yang digunakan oleh Quraish Shihab tentang anal seks? Dalam menyusun skripsi ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data primer, yaitu Tafsir al-Misbah karya Quraish Shihab dan data sekunder yaitu kitab-kitab tafsir yang relevan dengan tema skripsi ini. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik liberary research yaitu suatu riset kepustakaan. Analisis data menggunakan metode deskriptif analitis, yaitu menggambarkan dan menguraikan penafsiran Quraish Shihab tentang anal seks dalam tafsir al-Misbah. Dengan demikian penulis akan mengkritisi Tafsir al-Misbah karya Quraish Shihab. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Penafsiran Quraish Shihab tentang anal seks dalam Tafsir al-Misbah menunjukkan bahwa ia termasuk ulama tafsir yang mengharamkan seorang suami berhubungan badan dengan istrinya lewat anal. Ini berarti ia termasuk orang yang tidak sepaham dengan teori-teori modern yang menganggap seks lewat anal tidak akan berdampak negatif sepanjang ada kesepakatan antara suami istri tersebut. Ini pula menunjukkan bahwa penafsiran Quraish Shihab berbeda dengan pendapat Imam Malik yang membolehkan hubungan badan suami istri lewat anal. Dalam perspektif Quraish Shihab bahwa Anal seks atau homoseksual merupakan perbuatan yang sangat buruk, sehingga ia dinamai fahisyah. Ini antara lain dapat dibukakan bahwa ia tidak dibenarkan dalam keadaan apa pun. Pembunuhan misalnya, dapat dibenarkan dalam keadaan membela diri atau menjatuhkan sanksi hukum; hubungan seks dengan lawan jenis dibenarkan agama kecuali dalam keadaan berzina, itu pun jika terjadi dalam keadaan syubhat, maka masih dapat ditoleransi dalam batas-batas tertentu. Demikian seterusnva tetapi homoseksual, sama sekali tidak ada jalan untuk membenarkannya. Metode penafsiran yang digunakan oleh Quraish Shihab tentang anal seks Dalam hal penafsiran terhadap ayat-ayat al-Qur'an yang berhubungan dengan anal seks atau sodomi atau homo seks, ia cenderung menekankan pentingnya penggunaan metode tafsir maudu'i (tematik), yaitu penafsiran dengan cara menghimpun sejumlah ayat al-Qur'an yang tersebar dalam berbagai surah yang membahas masalah yang sama, yaitu tentang anal seks atau homo seks kemudian menjelaskan pengertian menyeluruh dari ayat-ayat tersebut dan selanjutnya menarik kesimpulan sebagai jawaban terhadap masalah yang menjadi pokok bahasan. Menurutnya, dengan metode ini dapat diungkapkan pendapat-pendapat al-Qur'an tentang berbagai masalah kehidupan, sekaligus dapat dijadikan bukti bahwa ayat al-Qur'an sejalan dengan perkembangan iptek dan kemajuan peradaban masyarakat.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisherjtptiain
OrganisasiFak.Ushuludin IAIN Walisongo
Nama KontakPerpustakaan
AlamatJl. Prof. Dr. Hamka Km.2 Ngaliyan
KotaSemarang
DaerahJawa Tengah
NegaraIndonesia
Telepon024 7603921
Fax
E-mail Administratorjorang40@ymail.com
E-mail CKOjorang40@ymail.com

Print ...

Kontributor...

  • , Diupload oleh :

Download...


tumblr analytics

(Sejak 21 Juni 2010)
View My Stats