Path: Top / Skripsi / Tarbiyah / 2006

Peran Akal Dalam Surat Ali-Imran Ayat 190-191 Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam

Undergraduate Theses from JTPTIAIN / 2007-03-07 09:55:26
Oleh : Muhammad Mahfudz (NIM. 3101232), Fak.Tarbiyah IAIN Walisongo
Dibuat : 2006-12-17, dengan 7 file

Keyword : Peran,Akal,QS Ali-Imran:190-191,Implikasi,Pendidikan
Url : http://

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mengetahui: 1) bagaimana peran akal yang terkandung dalam surat Ali Imran Ayat 190 dan 191; 2) bagaimana implikasi akal dalam surat Ali Imran Ayat 190 dan 191 terhadap Pendidikan Islam.

Penelitian ini merupakan studi ayat (teks) yang mendasarkan datanya pada riset kepustakaan. Data penelitian yang terkumpul kemudian dianalisis dengan metode interpretatif, yakni metode yang berperan untuk mencari kandungan surat Ali Imran ayat 190 dan 191 tentang peran akal dalam pendidikan Islam. Metode tahlili, yakni metode tafsir yang berusaha menguraikan al-Qur’an secara detail.
Setelah melakukan penelitian, maka diketahui bahwasanya secara garis besar akal manusia dibedakan menjadi dua., yakni akal jasmani dan akal rohani. Akal jasmanis adalah salah satu organ tubuh yang terletak di kepala. Akal ini menggunakan daya kognisi dalam otak untuk proses berfikir. Akal rohani, yaitu akal abstrak yang mampu memperoleh pengetahuan abstrak metafisika, akal ini menjadi puncak kemampuan manusia di bidang kecerdasan., pengetahuan dan penalaran. Baik akal jasmani maupun akal rohani yang ada dalam diri manusia merupakan pemancar yang dapat mengirim sinyal dari Allah. Sinyal yang diterima dari Allah akan melahirkan sebuah kecerdasan. Bila kecerdasan akal jasmani dapat mengimbangi kecerdasan akal rohani, maka berarti kecerdasan akal jasmani telah mengikuti kecerdasan rohani yang sebenarnya, yakni kecerdasan spiritual (spiritual quotient). Akal adalah alat yang tiada ternilai harganya, karena dengan akal, manusia mampu berfikir dan berkreasi. Dengan akal manusia dapat menciptakan komputer dan alat-alat teknologi canggih. Dengan akal pula manusia dapat didik dan mendidik serta merancang kurikulum pendidikan untuk masa depan.
Manusia sebagai pelaku dan sasaran pendidikan memiliki alat yang dapat digunakan untuk mencapai kebaikan dan kebenaran, yakni akal. Dalam konteks ini, pendidikan harus berupaya mengarahkan manusia agar memiliki ketrampilan untuk dapat mempermudah akal yang dapat membawa kepada kebaikan dan kehidupan yang sukses.
Dalam surat Ali Imran ayat 190 dan 191 dijelaskan, bahwa ulu al-bab adalah orang yang mempunyai akal, yaitu selalu berdzikir dan bertafakkur kepada Allah dalam kondisi apapun. Dengan demikian, pendidikan yang baik adalah pendidikan yang harus mempertimbangkan potensi akal. Pendidikan terutama pendidikan Islam harus membina, mengarahkan dan mengembangkan potensi akal pikiran manusia. Karena akal mempunyai fungsi untuk tadzakkur dan tafakkur. Dalam tadzakkur terkandung fungsi memperhatikan, merespon, menghargai, mengorganisasi, nilai dan mengkarakterisasi. Dalam tafakkur terkandung fungsi mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi. Dari kedua hal itu, akal sangat penting sekali dalam menentukan kurikulum pendidikan dan merumuskan tujuan pendidikan. Kurikulum dan tujuan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman akan membawa manusia ke arah peradaban yang lebih maju dan intelek yang selalu mengedepankan moral dan nilai-nilai pendidikan Islam untuk menuju ke arah insan kamil.
Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangan dan khazanah ilmu pengetahuan dan bahan informasi serta masukan bagi civitas akademika dan semua pihak yang membutuhkan di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang.

Deskripsi Alternatif :

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mengetahui: 1) bagaimana peran akal yang terkandung dalam surat Ali Imran Ayat 190 dan 191; 2) bagaimana implikasi akal dalam surat Ali Imran Ayat 190 dan 191 terhadap Pendidikan Islam.

Penelitian ini merupakan studi ayat (teks) yang mendasarkan datanya pada riset kepustakaan. Data penelitian yang terkumpul kemudian dianalisis dengan metode interpretatif, yakni metode yang berperan untuk mencari kandungan surat Ali Imran ayat 190 dan 191 tentang peran akal dalam pendidikan Islam. Metode tahlili, yakni metode tafsir yang berusaha menguraikan al-Qur’an secara detail.
Setelah melakukan penelitian, maka diketahui bahwasanya secara garis besar akal manusia dibedakan menjadi dua., yakni akal jasmani dan akal rohani. Akal jasmanis adalah salah satu organ tubuh yang terletak di kepala. Akal ini menggunakan daya kognisi dalam otak untuk proses berfikir. Akal rohani, yaitu akal abstrak yang mampu memperoleh pengetahuan abstrak metafisika, akal ini menjadi puncak kemampuan manusia di bidang kecerdasan., pengetahuan dan penalaran. Baik akal jasmani maupun akal rohani yang ada dalam diri manusia merupakan pemancar yang dapat mengirim sinyal dari Allah. Sinyal yang diterima dari Allah akan melahirkan sebuah kecerdasan. Bila kecerdasan akal jasmani dapat mengimbangi kecerdasan akal rohani, maka berarti kecerdasan akal jasmani telah mengikuti kecerdasan rohani yang sebenarnya, yakni kecerdasan spiritual (spiritual quotient). Akal adalah alat yang tiada ternilai harganya, karena dengan akal, manusia mampu berfikir dan berkreasi. Dengan akal manusia dapat menciptakan komputer dan alat-alat teknologi canggih. Dengan akal pula manusia dapat didik dan mendidik serta merancang kurikulum pendidikan untuk masa depan.
Manusia sebagai pelaku dan sasaran pendidikan memiliki alat yang dapat digunakan untuk mencapai kebaikan dan kebenaran, yakni akal. Dalam konteks ini, pendidikan harus berupaya mengarahkan manusia agar memiliki ketrampilan untuk dapat mempermudah akal yang dapat membawa kepada kebaikan dan kehidupan yang sukses.
Dalam surat Ali Imran ayat 190 dan 191 dijelaskan, bahwa ulu al-bab adalah orang yang mempunyai akal, yaitu selalu berdzikir dan bertafakkur kepada Allah dalam kondisi apapun. Dengan demikian, pendidikan yang baik adalah pendidikan yang harus mempertimbangkan potensi akal. Pendidikan terutama pendidikan Islam harus membina, mengarahkan dan mengembangkan potensi akal pikiran manusia. Karena akal mempunyai fungsi untuk tadzakkur dan tafakkur. Dalam tadzakkur terkandung fungsi memperhatikan, merespon, menghargai, mengorganisasi, nilai dan mengkarakterisasi. Dalam tafakkur terkandung fungsi mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi. Dari kedua hal itu, akal sangat penting sekali dalam menentukan kurikulum pendidikan dan merumuskan tujuan pendidikan. Kurikulum dan tujuan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman akan membawa manusia ke arah peradaban yang lebih maju dan intelek yang selalu mengedepankan moral dan nilai-nilai pendidikan Islam untuk menuju ke arah insan kamil.
Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangan dan khazanah ilmu pengetahuan dan bahan informasi serta masukan bagi civitas akademika dan semua pihak yang membutuhkan di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJTPTIAIN
OrganisasiFak.Tarbiyah IAIN Walisongo
Nama KontakPerpustakaan
AlamatJl. Prof. Dr. Hamka Km.2 Ngaliyan
KotaSemarang
DaerahJawa Tengah
NegaraIndonesia
Telepon024 7603921
Fax
E-mail Administratorjorang40@ymail.com
E-mail CKOjorang40@ymail.com

Print ...

Kontributor...

  • Diupload oleh : ely_fauzah@jtptiain

Download...


tumblr analytics

(Sejak 21 Juni 2010)
View My Stats