Path: Top / Skripsi / Tarbiyah / 2005

Persepsi Siswa tentang Bimbingan Konseling Implikasinya terhadap Keaktifan Siswa dalam
Proses Bimbingan Konseling di MAN Kendal

Undergraduate Theses from JTPTIAIN / 2006-06-10 12:05:00
Oleh : SITI FADHILAH (3100155), Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang
Dibuat : 2005-01-28, dengan 7 file

Keyword : Bimbingan dan Konseling, Madrasah Aliyah
Url : http://

Persepsi Siswa tentang Bimbingan Konseling dan Implikasinya terhadap Keaktifan Siswa Dalam Proses Bimbingan Konseling di MAN Kendal. Skripsi Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo 2004.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ; 1) Persepsi siswa MAN Kendal tentang Bimbingan Konseling di sekolah, 2) Mengapa siswa mempersepsi demikian, 3) Implikasinya tehadap keaktifan siswa dalam proses Bimbingan Konseling di MAN Kendal.
Penelitian ini menggunakan metode diskriptif, dengan teknik analisis pengumpulan data dengan menggunakana instrumen angket, observasi dan dokumentasi serta wawancara. Data penelitian yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Persepsi siswa MAN Kendal pada umumnya belum memiliki pemahaman terhadap Bimbingan Konseling secara integral. Ada tiga kelompok pendapat dalam mempersepsi BK, Pertama, siswa yang mempersepsi bahwa BK sebagai badan pengawas kedisiplinan siswa terhadap tata tertib sekolah di samping masalah lain. Kedua, BK sebagai usaha membantu siswa dalam menangani atau mengatasi masalah siswa baik pribadi, sosisal dan belajar dan menangani masalah, khususnya masalah kedisiplinan siswa terhadap tata tertib sekolah, dan Ketiga, siswa yang memahami BK sebagai pembimbing siswa yang membimbing dan mengarahkan siswa, membantu siswa memahami dirinya dan membantu memecahkan masalah yang dihadapi siswa agar lebih lebih baik, termasuk lebih disiplin. Secara umum pemahaman siswa tentang Bimbingan Konseling adalah sebagai badan penanganan keamanan disiplin siswa, di samping membantu menyelesaikan permasalahan siswa. Sedangkan tentang asas dan prinsip yang ada dalam Bimbingan Konseling dalam proses kegiatan belum terpahami. Dengan demikian dalam pemahaman siswa, sasaran layanan Bimbingan Konseling atau siswa yang berhubungan dengan Bimbingan Konseling adalah siswa yang memiliki masalah di sekolah. Terutama masalah dalam hal kedisiplinan atau dapat dikatakan bahwa Bimbingan Konseling di sekolah berperan sebagai polisi sekolah atau pengaman sekolah terhadap siswa, yang melanggar tata tertib sekolah. 2) Kesalahpahaman dalam persepsi siswa tentang BK di sekolah apada umumnya dipengaruhi oleh 2 faktor, Pertama, minimnya informasi tentang Bimbingan Konseling di sekolah, Kedua, pengalaman yang didapat dan dilihat dalam kehgiatan pelaksanaan Bimbingan Konseling di MA N Kendal. 3) Kegiatan pelaksanaan Bimbingan Konseling di sekolah secara umum belum dapat teralaksana secara optimal. Hal ini dikarenakan adanya beberapa hambatan, yaitu alokasi waktu tatap muka yang tidak ada dan antusias siswa, serta.peran aktif siswa dalam proses Bimbingan Konseling masih kurang dalam proses BK di MAN Kendal. Pemanfaatan siswa terhadap Bimbingan Konseling yang menonjol adalah berhubungan dengan permasalahan kedisiplinan siswa terhadap tata tertib sekolah.
Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi mahasiswa, para tenaga pengajar, para peneliti dan semua pihak yang membutuhkan di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang.

Deskripsi Alternatif :

Persepsi Siswa tentang Bimbingan Konseling dan Implikasinya terhadap Keaktifan Siswa Dalam Proses Bimbingan Konseling di MAN Kendal. Skripsi Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo 2004.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ; 1) Persepsi siswa MAN Kendal tentang Bimbingan Konseling di sekolah, 2) Mengapa siswa mempersepsi demikian, 3) Implikasinya tehadap keaktifan siswa dalam proses Bimbingan Konseling di MAN Kendal.
Penelitian ini menggunakan metode diskriptif, dengan teknik analisis pengumpulan data dengan menggunakana instrumen angket, observasi dan dokumentasi serta wawancara. Data penelitian yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Persepsi siswa MAN Kendal pada umumnya belum memiliki pemahaman terhadap Bimbingan Konseling secara integral. Ada tiga kelompok pendapat dalam mempersepsi BK, Pertama, siswa yang mempersepsi bahwa BK sebagai badan pengawas kedisiplinan siswa terhadap tata tertib sekolah di samping masalah lain. Kedua, BK sebagai usaha membantu siswa dalam menangani atau mengatasi masalah siswa baik pribadi, sosisal dan belajar dan menangani masalah, khususnya masalah kedisiplinan siswa terhadap tata tertib sekolah, dan Ketiga, siswa yang memahami BK sebagai pembimbing siswa yang membimbing dan mengarahkan siswa, membantu siswa memahami dirinya dan membantu memecahkan masalah yang dihadapi siswa agar lebih lebih baik, termasuk lebih disiplin. Secara umum pemahaman siswa tentang Bimbingan Konseling adalah sebagai badan penanganan keamanan disiplin siswa, di samping membantu menyelesaikan permasalahan siswa. Sedangkan tentang asas dan prinsip yang ada dalam Bimbingan Konseling dalam proses kegiatan belum terpahami. Dengan demikian dalam pemahaman siswa, sasaran layanan Bimbingan Konseling atau siswa yang berhubungan dengan Bimbingan Konseling adalah siswa yang memiliki masalah di sekolah. Terutama masalah dalam hal kedisiplinan atau dapat dikatakan bahwa Bimbingan Konseling di sekolah berperan sebagai polisi sekolah atau pengaman sekolah terhadap siswa, yang melanggar tata tertib sekolah. 2) Kesalahpahaman dalam persepsi siswa tentang BK di sekolah apada umumnya dipengaruhi oleh 2 faktor, Pertama, minimnya informasi tentang Bimbingan Konseling di sekolah, Kedua, pengalaman yang didapat dan dilihat dalam kehgiatan pelaksanaan Bimbingan Konseling di MA N Kendal. 3) Kegiatan pelaksanaan Bimbingan Konseling di sekolah secara umum belum dapat teralaksana secara optimal. Hal ini dikarenakan adanya beberapa hambatan, yaitu alokasi waktu tatap muka yang tidak ada dan antusias siswa, serta.peran aktif siswa dalam proses Bimbingan Konseling masih kurang dalam proses BK di MAN Kendal. Pemanfaatan siswa terhadap Bimbingan Konseling yang menonjol adalah berhubungan dengan permasalahan kedisiplinan siswa terhadap tata tertib sekolah.
Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi mahasiswa, para tenaga pengajar, para peneliti dan semua pihak yang membutuhkan di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJTPTIAIN
OrganisasiF
Nama KontakMiswan
AlamatJl. Prof. Dr. Hamka Km. 2 Ngaliyan
KotaSemarang
DaerahJawa Tengah
NegaraIndonesia
Telepon024 7603921
Fax024 7619100
E-mail Administratormiswant@yahoo.com
E-mail CKOar_mandka@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Diupload oleh : ar_mandka@jtptiain

Download...


tumblr analytics

(Sejak 21 Juni 2010)
View My Stats