Path: Top / Skripsi / Dakwah / 2004

Pemikiran Dakwah Prof .DR. A. Muis, SH., dalam Buku Komunikasi Islami

Undergraduate Theses from jtptiain / 2013-06-20 13:33:57
Oleh : Miftahul Hidayad (1199129), Fak.Dakwah IAIN Walisongo Semarang
Dibuat : 2004-03-16, dengan 6 file

Keyword : Pemikiran,Dakwah,Prof .DR. A. Muis,Buku,Komunikasi Islami
Url : http://

Setelah mendeskripsikan, membahas dan menganalisis data yang diperoleh, maka selanjutnya penulis akan menarik kesimpulan agar pembaca dapat mempunyai gambaran sekilas dari isi skripsi ini, tanpa harus membaca seluruh isi skripsi. Beberapa kesimpulan yang dapat penulis ambil di antaranya adalah sebagai berikut :
Makna komunikasi Islami adalah sebuah proses penyampaian pesan antara manusia yang didasarkan pada ajaran Islam. Komunikasi Islam (Islami) pada dasarnya tidak berbeda dengan komunikasi non Islam dalam hal model, proses, dan efeknya. Yang membedakannya lebih pada landasan filosofinya yaitu Al Qur'an dan Hadits. Dengan sendirinya komunikasi Islami terikat pada pesan khusus, yakni dakwah. Karena Al Qur'an adalah petunjuk bagi manusia yang berisi perintah dan larangan dari Allah SWT. Dakwah adalah proses transformasi niali-nilai ajaran Islam ( value ) untuk melakukan amar ma'ruf nahi munkar yang dilakukan individu maupun masyarakat, tidak sekedar transfer of knowledge ( Ilmu pengetahuan ). Dengan demikian dakwah tidak sekedar konseptual normatif apa yang ada dalam Al Qur'an dan Hadits, akan tetapi aspek aksiologis praktis, yaitu upaya sistematis, pragtis, pragmatis dan rasional yang dapat dirasakan dan dilaksanakan secara kongkrit bagi penyelesaian permasalahan-permasalahan kemanusiaan. Pada era komunikasi dan abad globalisasi yang semakin canggih dewasa ini, tehnik pelaksanaan dakwah dapat dilakukan secara langsung atau tatap muka, dan dapat juga dilakukan secara tidak langsung, yakni dengan menggunakan media massa atau media elektronik, seperti surat kabar, majalah, brosur, radio, televisi, telepon, komputer dan internet. Demikian pula dengan metode dan cara yang digunakannya dapat berkembang dan disesuaikan dengan kebutuhan serta tantangan yang sedang dihadapi oleh para da'i. Para da'i harus mempunyai kapabelitas, kompetensi, dan profesionalitas dalam menjalankan misi dakwah, karena hanya dengan kompetensi dan profesionalitaslah dakwah akan berlangsung secara efektif dan efesien. Kompetensi yang dimaksud adalah kompetensi intelektual (ilmu pengetahuan), moral, dan kepribadian.

Sedangkan dilihat dari segi materi, maka materi dakwah seharusnya yang dapat mencakup dan menyentuh pada seluruh aspek permasalahan. Permasalahan kemanusiaan misalnya, bagaimana menekankan keimanan dan ketaqwaan dan pentingnya agama sebagai kekuatan spiritual manusia modern, serta membangun mentalitas yaitu, mentalitas melakukan perubahan, kebersamaan, kejujuran, dan mentalitas etos kerja atau berprestasi. Selanjutnya hendaklah orientasi dakwah tidak hanya diarahkan pada pembentukan pribadi muslim yang hanya memiliki kesalehan individual saja, tetapi kurang mempunyai kesalehan sosial. Dakwah hendaknya diupayakan mampu mendorong perluasan cakrawala umat Islam serta peningkatan partisipasi sosialnya terhadap sesama. Setelah menelaah, menguraikan dan menganalisis beberapa pemikiran tentang subyek, obyek, materi, metode dan media dakwah menurut Prof. DR. A. Muis. SH dalam buku komunikasi Islami berangkat dari pemikiran yang ada dalam buku tersebut penulis memberikan penegasan bahwa dalam buku komunikasi Islami yang memuat ide-ide, ungkapan atau pemikiran dakwah Prof. DR. A. Muis. SH terjadi kekurang konsistensian dan banyak adanya pengulangan kalimat-kalimat yang tertuang dalam buku tersebut. Sehingga secara umum penulis memberikan ketegasan bahwasannya dalam buku komunikasi Islami yang memuat pemikiran dakwah Prof. DR. A. Muis. SH sangat kurang teliti

Deskripsi Alternatif :

Setelah mendeskripsikan, membahas dan menganalisis data yang diperoleh, maka selanjutnya penulis akan menarik kesimpulan agar pembaca dapat mempunyai gambaran sekilas dari isi skripsi ini, tanpa harus membaca seluruh isi skripsi. Beberapa kesimpulan yang dapat penulis ambil di antaranya adalah sebagai berikut :
Makna komunikasi Islami adalah sebuah proses penyampaian pesan antara manusia yang didasarkan pada ajaran Islam. Komunikasi Islam (Islami) pada dasarnya tidak berbeda dengan komunikasi non Islam dalam hal model, proses, dan efeknya. Yang membedakannya lebih pada landasan filosofinya yaitu Al Qur'an dan Hadits. Dengan sendirinya komunikasi Islami terikat pada pesan khusus, yakni dakwah. Karena Al Qur'an adalah petunjuk bagi manusia yang berisi perintah dan larangan dari Allah SWT. Dakwah adalah proses transformasi niali-nilai ajaran Islam ( value ) untuk melakukan amar ma'ruf nahi munkar yang dilakukan individu maupun masyarakat, tidak sekedar transfer of knowledge ( Ilmu pengetahuan ). Dengan demikian dakwah tidak sekedar konseptual normatif apa yang ada dalam Al Qur'an dan Hadits, akan tetapi aspek aksiologis praktis, yaitu upaya sistematis, pragtis, pragmatis dan rasional yang dapat dirasakan dan dilaksanakan secara kongkrit bagi penyelesaian permasalahan-permasalahan kemanusiaan. Pada era komunikasi dan abad globalisasi yang semakin canggih dewasa ini, tehnik pelaksanaan dakwah dapat dilakukan secara langsung atau tatap muka, dan dapat juga dilakukan secara tidak langsung, yakni dengan menggunakan media massa atau media elektronik, seperti surat kabar, majalah, brosur, radio, televisi, telepon, komputer dan internet. Demikian pula dengan metode dan cara yang digunakannya dapat berkembang dan disesuaikan dengan kebutuhan serta tantangan yang sedang dihadapi oleh para da'i. Para da'i harus mempunyai kapabelitas, kompetensi, dan profesionalitas dalam menjalankan misi dakwah, karena hanya dengan kompetensi dan profesionalitaslah dakwah akan berlangsung secara efektif dan efesien. Kompetensi yang dimaksud adalah kompetensi intelektual (ilmu pengetahuan), moral, dan kepribadian.

Sedangkan dilihat dari segi materi, maka materi dakwah seharusnya yang dapat mencakup dan menyentuh pada seluruh aspek permasalahan. Permasalahan kemanusiaan misalnya, bagaimana menekankan keimanan dan ketaqwaan dan pentingnya agama sebagai kekuatan spiritual manusia modern, serta membangun mentalitas yaitu, mentalitas melakukan perubahan, kebersamaan, kejujuran, dan mentalitas etos kerja atau berprestasi. Selanjutnya hendaklah orientasi dakwah tidak hanya diarahkan pada pembentukan pribadi muslim yang hanya memiliki kesalehan individual saja, tetapi kurang mempunyai kesalehan sosial. Dakwah hendaknya diupayakan mampu mendorong perluasan cakrawala umat Islam serta peningkatan partisipasi sosialnya terhadap sesama. Setelah menelaah, menguraikan dan menganalisis beberapa pemikiran tentang subyek, obyek, materi, metode dan media dakwah menurut Prof. DR. A. Muis. SH dalam buku komunikasi Islami berangkat dari pemikiran yang ada dalam buku tersebut penulis memberikan penegasan bahwa dalam buku komunikasi Islami yang memuat ide-ide, ungkapan atau pemikiran dakwah Prof. DR. A. Muis. SH terjadi kekurang konsistensian dan banyak adanya pengulangan kalimat-kalimat yang tertuang dalam buku tersebut. Sehingga secara umum penulis memberikan ketegasan bahwasannya dalam buku komunikasi Islami yang memuat pemikiran dakwah Prof. DR. A. Muis. SH sangat kurang teliti

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisherjtptiain
OrganisasiFak.Dakwah IAIN Walisongo Semarang
Nama KontakMiswan
AlamatJl. Prof. Dr. Hamka Km. 2 Ngaliyan
KotaSemarang
DaerahJawa Tengah
NegaraIndonesia
Telepon024 7603921
Fax024 7619100
E-mail Administratormiswant@yahoo.com
E-mail CKOar_mandka@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • , Diupload oleh :

Download...


tumblr analytics

(Sejak 21 Juni 2010)
View My Stats