Path: Top / Skripsi / Dakwah / 2004

Efektivitas Wayang Sebagai Media Dakwah Pada Masa Sunan Kalijaga dan Masa Kini

Undergraduate Theses from jtptiain / 2013-06-20 13:35:38
Oleh : Atik Malikhah (1199101), Fak.Dakwah IAIN Walisongo
Dibuat : 2004-04-14, dengan 2 file

Keyword : Efektivitas,Wayang,Media,Dakwah
Url : http://

Dakwah adalah mengajak (dan sebagainya) kepada manusia baik perorangan maupun kelompok agar melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar sesuai ajaran agama Islam secara penuh guna memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sunan Kalijaga dalam berdakwah lebih memilih menggunakan kesenian dan kebudayaan. Ia sangat toleran pada budaya lokal dan berpendapat bahwa masyarakat akan menjauh jika di serang pendiriannya. Maka mereka harus didekati secara bertahap dengan mengikuti sambil mempengaruhi. Sunan Kalijaga berkeyakinan jika Islam sudah dipahami dengan sendirinya kebisaan yang lama akan hilang. Sunan Kalijaga dipandang sebagai tokoh yang telah menghasilkan kreasi baru yaitu dengan adanya wayang kulit dan segala perangkat gamelannya. Wayang kulit ini merupakan perkembangan baru dari wayang keber yang memang sudah ada sejak zaman Erlangga. Sunan Kalijaga beserta Sunan Bonang dan Sunan Giri menciptakan wayang Punakawan Pandawa yang terdiri dari Semar, Petruk, Gareng dan Bagong. Dalam rangka menggunakan wayang sebagai alat dakwah, Sunan Kalijaga beserta para wali lainnya membuat beberapa cerita atau lakon buatan sendiri, dalam artian cerita wayang itu tidak bersumber dari kitab Mahabarata atau dari kitab Ramayana. Diantara cerita karangannnya adalah cerita Dewa Ruci, Jimat Kalimasada (kalimat syahadat, Petruk jadi raja dan lain-lain)

Deskripsi Alternatif :

Dakwah adalah mengajak (dan sebagainya) kepada manusia baik perorangan maupun kelompok agar melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar sesuai ajaran agama Islam secara penuh guna memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sunan Kalijaga dalam berdakwah lebih memilih menggunakan kesenian dan kebudayaan. Ia sangat toleran pada budaya lokal dan berpendapat bahwa masyarakat akan menjauh jika di serang pendiriannya. Maka mereka harus didekati secara bertahap dengan mengikuti sambil mempengaruhi. Sunan Kalijaga berkeyakinan jika Islam sudah dipahami dengan sendirinya kebisaan yang lama akan hilang. Sunan Kalijaga dipandang sebagai tokoh yang telah menghasilkan kreasi baru yaitu dengan adanya wayang kulit dan segala perangkat gamelannya. Wayang kulit ini merupakan perkembangan baru dari wayang keber yang memang sudah ada sejak zaman Erlangga. Sunan Kalijaga beserta Sunan Bonang dan Sunan Giri menciptakan wayang Punakawan Pandawa yang terdiri dari Semar, Petruk, Gareng dan Bagong. Dalam rangka menggunakan wayang sebagai alat dakwah, Sunan Kalijaga beserta para wali lainnya membuat beberapa cerita atau lakon buatan sendiri, dalam artian cerita wayang itu tidak bersumber dari kitab Mahabarata atau dari kitab Ramayana. Diantara cerita karangannnya adalah cerita Dewa Ruci, Jimat Kalimasada (kalimat syahadat, Petruk jadi raja dan lain-lain)

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisherjtptiain
OrganisasiFak.Dakwah IAIN Walisongo
Nama KontakMiswan
AlamatJl. Prof. Dr. Hamka Km. 2 Ngaliyan
KotaSemarang
DaerahJawa Tengah
NegaraIndonesia
Telepon024 7603921
Fax024 7619100
E-mail Administratormiswant@yahoo.com
E-mail CKOar_mandka@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • , Diupload oleh :

Download...


tumblr analytics

(Sejak 21 Juni 2010)
View My Stats