Path: Top / Skripsi / Tarbiyah / 2011

Relevansi Kandungan Al-Quran Surat Ar-Rum Ayat 41 dengan Pelestarian Lingkungan pada Mapel Biologi Materi Pokok Pencemaran Lingkungan

Undergraduate Theses from JTPTIAIN / 2011-12-06 08:39:47
Oleh : Rini Fauziati (063811032), Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo
Dibuat : 2011-05-27, dengan 1 file

Keyword : Al-Quran, Surat Ar-Rum , Pelestarian Lingkungan, Biologi , Pencemaran Lingkungan

Yang menjadi rumusan masalah yaitu bagaimana anjuran al-Quran tentang pelestarian lingkungan? Bagaimana integrasi kandungan al-Quran Surat al-Baqarah Ayat 205, al-Araf Ayat 56, ar-Rum Ayat 41, al-Rahman Ayat 19-20, al-Jatsiyah Ayat 13, Ibrahim Ayat 34, al-Hijr Ayat 85 dengan Pelestarian Lingkungan pada Mapel Biologi Materi Pokok Pencemaran Lingkungan?

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data primer yaitu al-Quran Surat al-Baqarah Ayat 205, al-Araf Ayat 56, ar-Rum Ayat 41, al-Rahman Ayat 19-20, al-Jatsiyah Ayat 13, Ibrahim Ayat 34, al-Hijr Ayat 85. Dalam mengumpulkan data melalui riset kepustakaan (library research). Dalam membahas dan menelaah data, peneliti menggunakan metode deskriptif analitis.

Hasil pembahasan menunjukkan bahwa anjuran al-Quran tentang pelestarian lingkungan, bahwa al-Quran banyak mengandung muatan dan isyarat pendidikan, termasuk di dalamnya persoalan pencemaran lingkungan hidup yang menjadi salah satu bagian materi pelajaran biologi. Al-Quran dan Sunnah secara bersama-sama telah memberikan perhatian yang mendalam terhadap masalah lingkungan. Perhatian ini tentu sangat menarik untuk diketahui oleh para peneliti yang obyektif. Konsep al-Quran tentang lingkungan dalam pengertian luas merupakan upaya untuk merevitalisasi misi asal ekologi, back to basic ecology. Misi asal ekologi adalah untuk mengkaji keterhubungan timbal balik antar komponen dalam ekosistem. Dalam hal ini tidak terbatas hanya komponen manusia dan ekosistemnya, melainkan seluruh komponen dalam ekosistem. Visi lingkungan yang utuh menyeluruh, holistik integralistik. Visi lingkungan yang holistik integralistik diproyeksikan mampu menjadi garda depan dalam pengembangan kesadaran lingkungan guna melestarikan keseimbangan ekosistem. Sebab seluruh komponen dalam ekosistem diperhatikan kepentingannya secara proporsional tidak ada yang dipentingkan dan tidak ada pula yang diterlantarkan oleh visi lingkungan Islam yang holistik integralistik. Dalam rangka menggali manfaat dari lingkungan, tidak boleh diabaikan pula upaya untuk melestarikan lingkungan itu sendiri. hendaklah dijaga keseimbangan ekologi dan dihindari pencemaran, diupayakan agar kekayaan alam itu dipergunakan sehemat mungkin. Bumi ini dikatakan bukanlah warisan dari nenek moyang kita, melainkan pinjaman dari anak cucu kita. Selaku peminjam kita harus pandai dan adil, tidak ceroboh, supaya barang pinjaman itu dapat kita kembalikan sebagaimana aslinya, atau mungkin lebih baik lagi.

Deskripsi Alternatif :

Yang menjadi rumusan masalah yaitu bagaimana anjuran al-Quran tentang pelestarian lingkungan? Bagaimana integrasi kandungan al-Quran Surat al-Baqarah Ayat 205, al-Araf Ayat 56, ar-Rum Ayat 41, al-Rahman Ayat 19-20, al-Jatsiyah Ayat 13, Ibrahim Ayat 34, al-Hijr Ayat 85 dengan Pelestarian Lingkungan pada Mapel Biologi Materi Pokok Pencemaran Lingkungan?

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data primer yaitu al-Quran Surat al-Baqarah Ayat 205, al-Araf Ayat 56, ar-Rum Ayat 41, al-Rahman Ayat 19-20, al-Jatsiyah Ayat 13, Ibrahim Ayat 34, al-Hijr Ayat 85. Dalam mengumpulkan data melalui riset kepustakaan (library research). Dalam membahas dan menelaah data, peneliti menggunakan metode deskriptif analitis.

Hasil pembahasan menunjukkan bahwa anjuran al-Quran tentang pelestarian lingkungan, bahwa al-Quran banyak mengandung muatan dan isyarat pendidikan, termasuk di dalamnya persoalan pencemaran lingkungan hidup yang menjadi salah satu bagian materi pelajaran biologi. Al-Quran dan Sunnah secara bersama-sama telah memberikan perhatian yang mendalam terhadap masalah lingkungan. Perhatian ini tentu sangat menarik untuk diketahui oleh para peneliti yang obyektif. Konsep al-Quran tentang lingkungan dalam pengertian luas merupakan upaya untuk merevitalisasi misi asal ekologi, back to basic ecology. Misi asal ekologi adalah untuk mengkaji keterhubungan timbal balik antar komponen dalam ekosistem. Dalam hal ini tidak terbatas hanya komponen manusia dan ekosistemnya, melainkan seluruh komponen dalam ekosistem. Visi lingkungan yang utuh menyeluruh, holistik integralistik. Visi lingkungan yang holistik integralistik diproyeksikan mampu menjadi garda depan dalam pengembangan kesadaran lingkungan guna melestarikan keseimbangan ekosistem. Sebab seluruh komponen dalam ekosistem diperhatikan kepentingannya secara proporsional tidak ada yang dipentingkan dan tidak ada pula yang diterlantarkan oleh visi lingkungan Islam yang holistik integralistik. Dalam rangka menggali manfaat dari lingkungan, tidak boleh diabaikan pula upaya untuk melestarikan lingkungan itu sendiri. hendaklah dijaga keseimbangan ekologi dan dihindari pencemaran, diupayakan agar kekayaan alam itu dipergunakan sehemat mungkin. Bumi ini dikatakan bukanlah warisan dari nenek moyang kita, melainkan pinjaman dari anak cucu kita. Selaku peminjam kita harus pandai dan adil, tidak ceroboh, supaya barang pinjaman itu dapat kita kembalikan sebagaimana aslinya, atau mungkin lebih baik lagi.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJTPTIAIN
OrganisasiF
Nama KontakMiswan
AlamatJl. Prof. Dr. Hamka Km. 2 Ngaliyan
KotaSemarang
DaerahJawa Tengah
NegaraIndonesia
Telepon024 7603921
Fax024 7619100
E-mail Administratormiswant@yahoo.com
E-mail CKOar_mandka@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Listyono, Achmad Sudjai
    , Diupload oleh : rayzadiza@gmail.com@jtptiain

Download...


tumblr analytics

(Sejak 21 Juni 2010)
View My Stats