Path: Top / Skripsi / Tarbiyah / 2008

Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Ktsp) Dan Problematikanya Pada Pembelajaran Aqidah Akhlak Di Kelas X Man 1 Salatiga

Undergraduate Theses from JTPTIAIN / 2010-07-06 14:12:23
Oleh : Khasanah (3103227), Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo
Dibuat : 2008-01-07, dengan 1 file

Keyword : Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Ktsp), Problematikanya, Aqidah Akhlak

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada pembelajaran Akidah Akhlak di Kelas X MAN Salatiga, (2) mengetahui problematika pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada pembelajaran Akidah Akhlak di Kelas X MAN Salatiga.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif lapangan dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian berupa teknik analisis deskriptif, yaitu analisis data yang diwujudkan bukan dalam bentuk angka melainkan dalam bentuk laporan dan uraian deskriptif dengan cara berpikir induktif. Selain itu, untuk mengetahui keabsahan data, penulis menggunakan teknik triangulasi, yaitu metode pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding data itu.

Dari hasil penelitian dapat diketahui dua hal sebagai berikut. Pertama, Pelaksanaan KTSP pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas X di MAN Salatiga sudah baik. Hal ini ditunjukkan dengan tiga hal; (1) Perencanaan proses pembelajaran yang meliputi pengembangan silabus dan perencanaan pembelajaran dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (2) Pelaksanaan proses pembelajaran, dimana metode pembelajaran yang digunakan cukup bervariasi, yakni ceramah, diskusi, tanya jawab dan latihan (drill). Yang kurang menurut penulis adalah kurang bervariasinya penggunaan sumber belajar. Karena di sana sumber belajar yang digunakan hanya sumber belajar yang berupa media cetak yakni berupa buku, (3) Penilaian hasil pembelajaran. Dalam perencanaannya, penentuan jenis penilaian yang dilakukan guru mata pelajaran Akidah Akhlak kelas X di MAN Salatiga dalam silabus ini sudah sangat baik karena mencantumkan jenis tagihan, bentuk instrumen, dan contoh instrumen. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja dan sikap.

Kedua, Pelaksanaan KTSP pada mata pelajaran Akidah Akhlak Kelas X di MAN Salatiga mengalami beberapa problematika, yakni; (1) Problematika yang dihadapi sekolah, meliputi masih minimnya pengetahuan guru tentang seluk beluk KTSP, terbatasnya sarana dan prasarana pendukung dalam penerapan KTSP, adanya sikap yang cenderung acuh tak acuh dari siswa tentang metode atau yang digunakan guru, tidak adanya biaya khusus dari pemerintah untuk pembekalan guru mengikuti pelatihan dan workshop tentang apa itu KTSP, dan adanya kecenderungan orang tua siswa yang menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak-anaknya pada sekolah. (2) Problematika yang dihadapi siswa, meliputi Kurangnya pemahaman siswa tentang skenario pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan KTSP, sehingga siswa kesulitan untuk mengikuti alur pembelajaran yang diinginkan guru, kurangnya respon siswa terhadap KTSP dan adanya perbedaan kemampuan berpikir pada siswa sehingga cukup menyulitkan guru melaksanakan KTSP. Problematika-problematika ini disebabkan oleh beberapa faktor, yakni; kurangnya sosialisasi tentang KTSP dari pemerintah, minimnya pemahaman sekolah (kepala sekolah, guru dan siswa) tentang KTSP dan Minimnya biaya dan sarana prasarana untuk pelaksanaan KTSP.


Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangan dan khazanah ilmu pengetahuan dan bahan informasi serta masukan bagi civitas akademika dan semua pihak yang membutuhkan di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang.

Deskripsi Alternatif :

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada pembelajaran Akidah Akhlak di Kelas X MAN Salatiga, (2) mengetahui problematika pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada pembelajaran Akidah Akhlak di Kelas X MAN Salatiga.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif lapangan dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian berupa teknik analisis deskriptif, yaitu analisis data yang diwujudkan bukan dalam bentuk angka melainkan dalam bentuk laporan dan uraian deskriptif dengan cara berpikir induktif. Selain itu, untuk mengetahui keabsahan data, penulis menggunakan teknik triangulasi, yaitu metode pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding data itu.

Dari hasil penelitian dapat diketahui dua hal sebagai berikut. Pertama, Pelaksanaan KTSP pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas X di MAN Salatiga sudah baik. Hal ini ditunjukkan dengan tiga hal; (1) Perencanaan proses pembelajaran yang meliputi pengembangan silabus dan perencanaan pembelajaran dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (2) Pelaksanaan proses pembelajaran, dimana metode pembelajaran yang digunakan cukup bervariasi, yakni ceramah, diskusi, tanya jawab dan latihan (drill). Yang kurang menurut penulis adalah kurang bervariasinya penggunaan sumber belajar. Karena di sana sumber belajar yang digunakan hanya sumber belajar yang berupa media cetak yakni berupa buku, (3) Penilaian hasil pembelajaran. Dalam perencanaannya, penentuan jenis penilaian yang dilakukan guru mata pelajaran Akidah Akhlak kelas X di MAN Salatiga dalam silabus ini sudah sangat baik karena mencantumkan jenis tagihan, bentuk instrumen, dan contoh instrumen. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja dan sikap.

Kedua, Pelaksanaan KTSP pada mata pelajaran Akidah Akhlak Kelas X di MAN Salatiga mengalami beberapa problematika, yakni; (1) Problematika yang dihadapi sekolah, meliputi masih minimnya pengetahuan guru tentang seluk beluk KTSP, terbatasnya sarana dan prasarana pendukung dalam penerapan KTSP, adanya sikap yang cenderung acuh tak acuh dari siswa tentang metode atau yang digunakan guru, tidak adanya biaya khusus dari pemerintah untuk pembekalan guru mengikuti pelatihan dan workshop tentang apa itu KTSP, dan adanya kecenderungan orang tua siswa yang menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak-anaknya pada sekolah. (2) Problematika yang dihadapi siswa, meliputi Kurangnya pemahaman siswa tentang skenario pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan KTSP, sehingga siswa kesulitan untuk mengikuti alur pembelajaran yang diinginkan guru, kurangnya respon siswa terhadap KTSP dan adanya perbedaan kemampuan berpikir pada siswa sehingga cukup menyulitkan guru melaksanakan KTSP. Problematika-problematika ini disebabkan oleh beberapa faktor, yakni; kurangnya sosialisasi tentang KTSP dari pemerintah, minimnya pemahaman sekolah (kepala sekolah, guru dan siswa) tentang KTSP dan Minimnya biaya dan sarana prasarana untuk pelaksanaan KTSP.


Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangan dan khazanah ilmu pengetahuan dan bahan informasi serta masukan bagi civitas akademika dan semua pihak yang membutuhkan di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJTPTIAIN
OrganisasiFakultas Tarbiyah IAIN Walisongo
Nama KontakMiswan
AlamatJl. Prof. Dr. Hamka Km. 2 Ngaliyan
KotaSemarang
DaerahJawa Tengah
NegaraIndonesia
Telepon024 7603921
Fax024 7619100
E-mail Administratormiswant@yahoo.com
E-mail CKOar_mandka@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Lift Anis Ma'shumah,M.Ag., Diupload oleh : toni27_jrs@yahoo.com@jtptiain

Download...


tumblr analytics

(Sejak 21 Juni 2010)
View My Stats