Path: Top / Skripsi / Tarbiyah / 2010

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) DENGAN TSTS (TWO STAY TWO STRAY) PADA MATERI POKOK ASAM, BASA DAN GARAM TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SEMESTER GENAP MTs. DARUL ULUM SEMARANG

Undergraduate Theses from JTPTIAIN / 2011-06-27 10:17:56
Oleh : INA SAIDATAN NUSRO (053711375), Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo
Dibuat : 2010-07-01, dengan 1 file

Keyword : Circ (Cooperative Integrated Reading And Composition), Tsts (Two Stay Two Stray)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS pada materi pokok asam, basa dan garam terhadap hasil belajar siswa kelas VII semester gasal MTs. Darul Ulum Semarang.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs. Darul Ulum Semarang, terdiri dari 2 kelas yaitu kelas VII A sebagai kelas kontrol dan kelas VII B sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes, metode observasi, dan metode angket. Penelitian ini mengambil empat indikator efektivitas yaitu nilai hasil belajar siswa (dilihat dari nilai kognitif), jumlah siswa yang lulus KKM (dilihat dari nilai kognitif), hasil belajar ranah afektif, dan hasil belajar ranah psikomotorik. Dalam ranah kognitif data penelitian yang terkumpul digunakan analisis uji t-test, sedangkan dalam ranah afektif dan psikomotorik digunakan analisis deskriptif. Selanjutnya, untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS menggunakan analisis deskriptif keefektifan. Di akhir pembelajaran kelas eksperimen diberikan angket untuk mengetahui tanggapan siswa mengenai model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS.

Berdasarkan hasil t-test, dihasilkan bahwa thitung = 5,077 dan ttabel = 2,00 dengan taraf nyata 5% karena thitung > ttabel maka data tersebut signifikan. Disamping itu aktivitas siswa yang dilihat dari hasil belajar ranah afektif dan ranah psikomotorik kelas eksperimen cenderung meningkat dibanding dengan aktivitas siswa dalam kelas kontrol yang cenderung menurun. Sedangkan hasil perhitungan analisis keefektifan menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS sangat efektif daripada metode ceramah dengan kriteria kurang efektif. Dengan rata-rata hasil belajar siswa baik aspek kognitif kelas eksperimen adalah 75 yang termasuk kriteria efektif dibanding kelas kontrol yang tidak memakai model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS didapatkan 63 yang mempunyai kriteria cukup efektif, jumlah siswa yang lulus KKM dilihat dari nilai hasil kognitif kelas eksperimen adalah 23 siswa yang termasuk kriteria sangat efektif dibanding kelas kontrol yang tidak memakai model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS didapatkan 12 siswa yang mempunyai kriteria sangat tidak efektif, aspek afektif kelas eksperimen adalah 78% yang mempunyai kriteria efektif dibanding kelas kontrol yang tidak memakai model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS didapatkan 67% yang mempunyai kriteria cukup efektif, dan aspek psikomotorik kelas eksperimen adalah 75% yang mempunyai kriteria efektif dibanding kelas kontrol yang tidak memakai model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS didapatkan 65% yang mempunyai kriteria cukup efektif. Sedangkan analisis hasil skor total efektivitas hasil belajar kelas eksperimen adalah 17 dari skor maksimal 20 termasuk di kriteria sangat efektif dibanding kelas kontrol yang tidak memakai model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS didapatkan 10 yang mempunyai kriteria kurang efektif. Dengan demikian hipotesis kerja (H1) yang berbunyi: “ Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS lebih efektif dari pada metode ceramah pada materi pokok asam, basa, dan garam terhadap hasil belajar siswa kelas VII semester gasal MTs. Darul Ulum Semarang.” diterima.

Deskripsi Alternatif :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS pada materi pokok asam, basa dan garam terhadap hasil belajar siswa kelas VII semester gasal MTs. Darul Ulum Semarang.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs. Darul Ulum Semarang, terdiri dari 2 kelas yaitu kelas VII A sebagai kelas kontrol dan kelas VII B sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes, metode observasi, dan metode angket. Penelitian ini mengambil empat indikator efektivitas yaitu nilai hasil belajar siswa (dilihat dari nilai kognitif), jumlah siswa yang lulus KKM (dilihat dari nilai kognitif), hasil belajar ranah afektif, dan hasil belajar ranah psikomotorik. Dalam ranah kognitif data penelitian yang terkumpul digunakan analisis uji t-test, sedangkan dalam ranah afektif dan psikomotorik digunakan analisis deskriptif. Selanjutnya, untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS menggunakan analisis deskriptif keefektifan. Di akhir pembelajaran kelas eksperimen diberikan angket untuk mengetahui tanggapan siswa mengenai model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS.

Berdasarkan hasil t-test, dihasilkan bahwa thitung = 5,077 dan ttabel = 2,00 dengan taraf nyata 5% karena thitung > ttabel maka data tersebut signifikan. Disamping itu aktivitas siswa yang dilihat dari hasil belajar ranah afektif dan ranah psikomotorik kelas eksperimen cenderung meningkat dibanding dengan aktivitas siswa dalam kelas kontrol yang cenderung menurun. Sedangkan hasil perhitungan analisis keefektifan menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS sangat efektif daripada metode ceramah dengan kriteria kurang efektif. Dengan rata-rata hasil belajar siswa baik aspek kognitif kelas eksperimen adalah 75 yang termasuk kriteria efektif dibanding kelas kontrol yang tidak memakai model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS didapatkan 63 yang mempunyai kriteria cukup efektif, jumlah siswa yang lulus KKM dilihat dari nilai hasil kognitif kelas eksperimen adalah 23 siswa yang termasuk kriteria sangat efektif dibanding kelas kontrol yang tidak memakai model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS didapatkan 12 siswa yang mempunyai kriteria sangat tidak efektif, aspek afektif kelas eksperimen adalah 78% yang mempunyai kriteria efektif dibanding kelas kontrol yang tidak memakai model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS didapatkan 67% yang mempunyai kriteria cukup efektif, dan aspek psikomotorik kelas eksperimen adalah 75% yang mempunyai kriteria efektif dibanding kelas kontrol yang tidak memakai model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS didapatkan 65% yang mempunyai kriteria cukup efektif. Sedangkan analisis hasil skor total efektivitas hasil belajar kelas eksperimen adalah 17 dari skor maksimal 20 termasuk di kriteria sangat efektif dibanding kelas kontrol yang tidak memakai model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS didapatkan 10 yang mempunyai kriteria kurang efektif. Dengan demikian hipotesis kerja (H1) yang berbunyi: “ Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS lebih efektif dari pada metode ceramah pada materi pokok asam, basa, dan garam terhadap hasil belajar siswa kelas VII semester gasal MTs. Darul Ulum Semarang.” diterima.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJTPTIAIN
OrganisasiFakultas Tarbiyah IAIN Walisongo
Nama KontakPerpustakaan
AlamatJl. Prof. Dr. Hamka Km.2 Ngaliyan
KotaSemarang
DaerahJawa Tengah
NegaraIndonesia
Telepon024 7603921
Fax
E-mail Administratorjorang40@ymail.com
E-mail CKOjorang40@ymail.com

Print ...

Kontributor...

  • Atik Rahmawati, Ratih Rizqi Nirwana, Abdul Wahid, Diupload oleh : shewaehzou@yahoo.com@jtptiain

Download...


tumblr analytics

(Sejak 21 Juni 2010)
View My Stats