Path: Top / Skripsi / Tarbiyah / 2008

Pemikiran Ikhwan Al-Shafa Tentang Epistemologi Dan Implikasinya Dalam Pengembangan Ilmu Pendidikan Islam

Undergraduate Theses from JTPTIAIN / 2010-07-22 09:08:44
Oleh : Ahmad Samsi (3102100), Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo
Dibuat : 2008-06-12, dengan 1 file

Keyword : Pemikiran Ikhwan Al-Shafa, Epistemologi, Ilmu Pendidikan Islam.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1).Bagaimana pemikiran Ikhwan al Shafa tentang epistemologi. (2).Bagaimana implikasi pemikiran Ikhwan al Shafa tentang epistemologi dalam pengembangan ilmu pendidikan Islam


Penelitian ini menggunakan jenis penelitian intelektual biografis dengan pendekatan Phenomenologi. Dalam pengumpulan data peneliti menempuh langkah-langkah kepustakaan (Library Research), sebagai data primernya adalah Kitab Rasail Ikhwan al Shafa wa Khullan al Wafa karangan Ikhwan al shafa. Penulis juga tidak mengabaikan sumber-sumber lain seperti buku dan kitab serta tulisan yang ada kaitannya dengan masalah yang penulis teliti sebagai data sekunder. Adapun dalam menganalisis data peneliti menggunakan metode deskriptif analitis dan analisis isi serta metode interpretatif


Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakikat ilmu adalah produk dari sebuah proses usaha manusia. Sumber ilmu bagi Ikhwan tidak hanya indra dan akal tetapi juga wahyu dan ilham. eksistensi indra dan akal sangat mutlak peranannya dalam memperoleh hakikat ilmu yang dalam istilah Ikhwan disebut al 'ilmu al mustafad al muktasab. Sedangkan eksistensi ilham dan wahyu adalah anugerah Tuhan yang di sampaikan melalui mimpi oleh Malaikat. Obyektivitas indra dan akal serta ilham dan wahyu hendaknya ditempatkan pada porsinya masing-masing karena masing-masing memiliki tingkat obyektivitas sendiri. Adapun implikasinya dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam menunjukkan bahwa Ikhwan mengisyaratkan adanya muatan materi dalam kurikulum yang lebih menekankan pada unsur kreatifitas dan totalitas peran indra dan akal peserta didik karena dengan adanya penekanan pada dua hal tersebut, peserta didik dapat lebih berperan aktif dan responsif dalam proses belajar mengajar sehingga peran pendidik dalam hal ini lebih ke arah sebagai pembimbing (child oriented). Ikhwan juga sangat menghendaki adanya kurikulum yang integral (integrated curriculum) antara ilmu propan dan sakral dan perlunya landasan atas dua ilmu tersebut (ilmu-ilmu filsafat) sehingga hal ini tidak ada istilah apa yang disebut dengan dikotomi keilmuan, karena masing-masing ilmu tersebut hanya menekankan pada salah satu aspek saja dan dapat menjadi bumerang bagi pemiliknya karena bersifat parsial. Ikhwan juga sangat menghendaki pentingnya metode keteladanan dan kombinasi antara metode ceramah dan diskusi dalam pembelajaran, karena metode tersebut dapat merangsang kreatifitas indra dan akal peserta didik. Peserta didik menjadi kreatif, aktif berfikir dan pembelajaran lebih menyenangkan karena peserta didik ikut berpartisipasi dalam pembelajaran. Ikhwan juga sangat menganjurkan peserta didik untuk lebih mengoptimalkan peran indra dan akalnya. Meskipun di sisi yang lain Ikhwan juga memberikan strategi bagi peserta didik yang ingin memakai jalur wahyu atau ilham, yakni dengan melakukan penyucian diri dan riyadhah.

Deskripsi Alternatif :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1).Bagaimana pemikiran Ikhwan al Shafa tentang epistemologi. (2).Bagaimana implikasi pemikiran Ikhwan al Shafa tentang epistemologi dalam pengembangan ilmu pendidikan Islam


Penelitian ini menggunakan jenis penelitian intelektual biografis dengan pendekatan Phenomenologi. Dalam pengumpulan data peneliti menempuh langkah-langkah kepustakaan (Library Research), sebagai data primernya adalah Kitab Rasail Ikhwan al Shafa wa Khullan al Wafa karangan Ikhwan al shafa. Penulis juga tidak mengabaikan sumber-sumber lain seperti buku dan kitab serta tulisan yang ada kaitannya dengan masalah yang penulis teliti sebagai data sekunder. Adapun dalam menganalisis data peneliti menggunakan metode deskriptif analitis dan analisis isi serta metode interpretatif


Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakikat ilmu adalah produk dari sebuah proses usaha manusia. Sumber ilmu bagi Ikhwan tidak hanya indra dan akal tetapi juga wahyu dan ilham. eksistensi indra dan akal sangat mutlak peranannya dalam memperoleh hakikat ilmu yang dalam istilah Ikhwan disebut al 'ilmu al mustafad al muktasab. Sedangkan eksistensi ilham dan wahyu adalah anugerah Tuhan yang di sampaikan melalui mimpi oleh Malaikat. Obyektivitas indra dan akal serta ilham dan wahyu hendaknya ditempatkan pada porsinya masing-masing karena masing-masing memiliki tingkat obyektivitas sendiri. Adapun implikasinya dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam menunjukkan bahwa Ikhwan mengisyaratkan adanya muatan materi dalam kurikulum yang lebih menekankan pada unsur kreatifitas dan totalitas peran indra dan akal peserta didik karena dengan adanya penekanan pada dua hal tersebut, peserta didik dapat lebih berperan aktif dan responsif dalam proses belajar mengajar sehingga peran pendidik dalam hal ini lebih ke arah sebagai pembimbing (child oriented). Ikhwan juga sangat menghendaki adanya kurikulum yang integral (integrated curriculum) antara ilmu propan dan sakral dan perlunya landasan atas dua ilmu tersebut (ilmu-ilmu filsafat) sehingga hal ini tidak ada istilah apa yang disebut dengan dikotomi keilmuan, karena masing-masing ilmu tersebut hanya menekankan pada salah satu aspek saja dan dapat menjadi bumerang bagi pemiliknya karena bersifat parsial. Ikhwan juga sangat menghendaki pentingnya metode keteladanan dan kombinasi antara metode ceramah dan diskusi dalam pembelajaran, karena metode tersebut dapat merangsang kreatifitas indra dan akal peserta didik. Peserta didik menjadi kreatif, aktif berfikir dan pembelajaran lebih menyenangkan karena peserta didik ikut berpartisipasi dalam pembelajaran. Ikhwan juga sangat menganjurkan peserta didik untuk lebih mengoptimalkan peran indra dan akalnya. Meskipun di sisi yang lain Ikhwan juga memberikan strategi bagi peserta didik yang ingin memakai jalur wahyu atau ilham, yakni dengan melakukan penyucian diri dan riyadhah.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJTPTIAIN
OrganisasiFakultas Tarbiyah IAIN Walisongo
Nama KontakMiswan
AlamatJl. Prof. Dr. Hamka Km. 2 Ngaliyan
KotaSemarang
DaerahJawa Tengah
NegaraIndonesia
Telepon024 7603921
Fax024 7619100
E-mail Administratormiswant@yahoo.com
E-mail CKOar_mandka@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Ahmad Mutohar,M.Ag., Diupload oleh : arifianto_indr@ymail.com@jtptiain

Download...


tumblr analytics

(Sejak 21 Juni 2010)
View My Stats