Path: Top / Skripsi / Tarbiyah / 2011

: Persyaratan Mencari Ilmu Bagi Siswa Menurut Al Thariqat Al-Zarnuji (Upaya Kontekstualisasi Isi Kitab Talim Al-Mutaalim Thariqat Al-Taalum).

Undergraduate Theses from jtptiain / 2014-10-25 01:59:46
Oleh : Ahmad Munif (053111139), Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo
Dibuat : 2011-05-19, dengan 1 file

Keyword : Ilmu Bagi Siswa, Al Thariqat Al-Zarnuji , Kitab Talim Al-Mutaalim Thariqat Al-Taalum

Banyak sekali fenomena-fenomena negatif yang terjadi dalam pendidikan di sekolah. Selain fenomena internal siswa, juga terdapat diluar lembaga pendidikan. Peran guru sebagai pendidik juga sangat penting dalam mengarahkan peserta didik agar mampu melihat secara nyata terhadap peristiwa tersebut. Term guru dan murid merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan kata lain tidak ada proses pendidikan jika tidak ada kedua unsur tersebut. Keduanya memegang peranan yang urgen. Seorang guru memegang kunci keberhasilan dan keberlangsungan pendidikan.


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Persyaratan mencari ilmu bagi siswa menurut imam al-Zarnuji dalam kitab Talim al-Mutaalim Thariqat al-Taalum; (2) Makna kontekstual dari enam syarat mencari ilmu bagi siswa menurut imam al-zarnuji dalam kitab Talim al-Mutaalim Thariqat al-Taalum.


Skripsi ini tergolong dalam penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kontekstual, yaitu mengkontekstualisasikan enam syarat mencari ilmu menurut al-Zarnuji dalam kitab Talim al-Mutaalim Thariqat al-Taalum (variabel 1) dengan proses mencari ilmu bagi siswa atau peserta didik (variabel 2). Dalam hal ini, upaya kontekstualisasi dalam penelitian ini dibangun berdasarkan reinterpretasi terhadap enam syarat tersebut secara kontekstual.


Data yang sudah terkemupul kemudian diinterpretasikan kembali dengan menggunakan metode analisis deskriptif untuk mengetahui rumusan kontekstualisasi enam syarat mencari ilmu bagi siswa menurut al-Zarnuji dalam kitab Talim al-Mutaalim Thariqat al-Taalum. Upaya kontekstualisasi pemikiran al-Zarnuji tersebut sangatlah diperlukan oleh siswa dalam proses mencari ilmu sebagai landasan etis-epistemologis. Sebab, kegiatan mencari ilmu yang didalam Islam merupakan suatu kewajiban bagi setiap orang akan mencapai kesuksesan jika dilakukan berdasarkan prosedur-prosedur atau tuntunan yang telah diajarkan oleh ilmuwan-ilmuwan Islam itu sendiri. Mereka adalah para ulama terdahulu (salaf) yang dapat dijadikan suritauladan oleh generasi Islam sesudahnya, sehingga kejayaan Islam dalam bidang ilmu pengetahuan yang telah dicapai oleh para ilmuwan Islam terdahulu dapat dihidupkan kembali.


Hasil penelitian membuktikan bahwa pemikiran imam al-Zarnuji tentang persyaratan mencari ilmu dapat menjadi inspirasi bagi para pencari ilmu lintas zaman. Pemikiran al-Zarnuji tersebut meskipun telah ditulis beberapa abad yang lalu ternyata masih memiliki relevansi dengan teori-teori pendidikan kontemporer. Enam syarat yang disebutkan oleh al-Zarnuji (cerdas, kemauan keras, sabar, biaya, petunjuk guru dan waktu yang lama) merupakan tuntunan yang harus dijadikan modal oleh para pencari ilmu guna mencapai kesuksesan, yaitu mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Tuntunan tersebut diharapkan menjadi kepribadian siswa yang akan tercermin dalam setiap usaha dalam menuntut ilmu, sehingga ilmu yang telah didapatkan tidak hanya menjadi pengetahuan kognitif saja tapi juga menjadi keterampilan afektif sekaligus psikomotorik.


Dengan demikian, diharapkan penelitian ini bisa memperkaya khazanah keilmuan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang dan menjadi terobosan ilmiah yang konstruktif bagi segenap praktisi pendidikan Islam dalam rangka menciptakan satu pola pendidikan yang Islami untuk menjawab tantangan dan perkembangan zaman. Wallahu alam.

Deskripsi Alternatif :

Banyak sekali fenomena-fenomena negatif yang terjadi dalam pendidikan di sekolah. Selain fenomena internal siswa, juga terdapat diluar lembaga pendidikan. Peran guru sebagai pendidik juga sangat penting dalam mengarahkan peserta didik agar mampu melihat secara nyata terhadap peristiwa tersebut. Term guru dan murid merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan kata lain tidak ada proses pendidikan jika tidak ada kedua unsur tersebut. Keduanya memegang peranan yang urgen. Seorang guru memegang kunci keberhasilan dan keberlangsungan pendidikan.


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Persyaratan mencari ilmu bagi siswa menurut imam al-Zarnuji dalam kitab Talim al-Mutaalim Thariqat al-Taalum; (2) Makna kontekstual dari enam syarat mencari ilmu bagi siswa menurut imam al-zarnuji dalam kitab Talim al-Mutaalim Thariqat al-Taalum.


Skripsi ini tergolong dalam penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kontekstual, yaitu mengkontekstualisasikan enam syarat mencari ilmu menurut al-Zarnuji dalam kitab Talim al-Mutaalim Thariqat al-Taalum (variabel 1) dengan proses mencari ilmu bagi siswa atau peserta didik (variabel 2). Dalam hal ini, upaya kontekstualisasi dalam penelitian ini dibangun berdasarkan reinterpretasi terhadap enam syarat tersebut secara kontekstual.


Data yang sudah terkemupul kemudian diinterpretasikan kembali dengan menggunakan metode analisis deskriptif untuk mengetahui rumusan kontekstualisasi enam syarat mencari ilmu bagi siswa menurut al-Zarnuji dalam kitab Talim al-Mutaalim Thariqat al-Taalum. Upaya kontekstualisasi pemikiran al-Zarnuji tersebut sangatlah diperlukan oleh siswa dalam proses mencari ilmu sebagai landasan etis-epistemologis. Sebab, kegiatan mencari ilmu yang didalam Islam merupakan suatu kewajiban bagi setiap orang akan mencapai kesuksesan jika dilakukan berdasarkan prosedur-prosedur atau tuntunan yang telah diajarkan oleh ilmuwan-ilmuwan Islam itu sendiri. Mereka adalah para ulama terdahulu (salaf) yang dapat dijadikan suritauladan oleh generasi Islam sesudahnya, sehingga kejayaan Islam dalam bidang ilmu pengetahuan yang telah dicapai oleh para ilmuwan Islam terdahulu dapat dihidupkan kembali.


Hasil penelitian membuktikan bahwa pemikiran imam al-Zarnuji tentang persyaratan mencari ilmu dapat menjadi inspirasi bagi para pencari ilmu lintas zaman. Pemikiran al-Zarnuji tersebut meskipun telah ditulis beberapa abad yang lalu ternyata masih memiliki relevansi dengan teori-teori pendidikan kontemporer. Enam syarat yang disebutkan oleh al-Zarnuji (cerdas, kemauan keras, sabar, biaya, petunjuk guru dan waktu yang lama) merupakan tuntunan yang harus dijadikan modal oleh para pencari ilmu guna mencapai kesuksesan, yaitu mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Tuntunan tersebut diharapkan menjadi kepribadian siswa yang akan tercermin dalam setiap usaha dalam menuntut ilmu, sehingga ilmu yang telah didapatkan tidak hanya menjadi pengetahuan kognitif saja tapi juga menjadi keterampilan afektif sekaligus psikomotorik.


Dengan demikian, diharapkan penelitian ini bisa memperkaya khazanah keilmuan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang dan menjadi terobosan ilmiah yang konstruktif bagi segenap praktisi pendidikan Islam dalam rangka menciptakan satu pola pendidikan yang Islami untuk menjawab tantangan dan perkembangan zaman. Wallahu alam.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisherjtptiain
OrganisasiFakultas Tarbiyah IAIN Walisongo
Nama KontakPerpustakaan
AlamatJl. Prof. Dr. Hamka Km.2 Ngaliyan
KotaSemarang
DaerahJawa Tengah
NegaraIndonesia
Telepon024 7603921
Fax
E-mail Administratorjorang40@ymail.com
E-mail CKOjorang40@ymail.com

Print ...

Kontributor...

  • Darmuin, Mahfud Sidiq
    , Diupload oleh :

Download...


tumblr analytics

(Sejak 21 Juni 2010)
View My Stats